Cara Trading Online : Mengatasi Masalah Psikologi Trading

Psikologi Trading

Masih banyak trader yang masih ragu dan bingung bagaimana cara mengatasi masalah psikologi trading tersebut, terutama bagi anda yang baru terjun di pasar forex.

Salah satu cara mengatasi masalah psikologi trading tentunya dengan mengikuti pelatihan tentang trading forex. Pelatihan tentang trading forex adalah salah satu hal penting yang perlu anda lakukan untuk mengatasi permasalahan psikologi yang seringkali dialami oleh trader. Dengan mengikuti sebuah pelatihan trading yang tepat, anda juga akan memperoleh sebuah kemampuan penting untuk membuat keputusan yang rasional, alih-alih mengandalkan perasaan anda.

Tetapi jika anda lebih memilih untuk melakukan trading tanpa memiliki alasan yang cukup kuat dalam membuat keputusan entry, anda pada akhirnya akan menjadi lebih emosional, dan bisa mengakibatkan kerugian.

Pada intinya, anda perlu memahami bagaimana pasar forex beroperasi, dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakannya. Sebagai contoh, jika sebuah berita ekonomi dirilis, anda akan tahu bagaimana berita tersebut dapat mempengaruhi pergerakan harga di pasar, dibandingkan menjadi takut dan mengacaukan trading plan yang telah dibuat.

Baca juga : Cara Terbaik Untuk Belajar Trading Forex

Berikut ini kami berikan tips Cara Melatih Psikologi Trading :

  • Ikuti Trading Plan Yang Telah Dibuat

Trading dengan memiliki sebuah trading plan yang baik bisa menurunkan risiko, dan membantu anda dalam mengendalikan emosi. Biasanya, trading plan ini terdiri dari serangkaian pedoman dan strategi yang akan anda lakukan untuk melakukan sebuah transaksi.

Trading plan ini biasanya dibuat setelah melakukan analisis yang mendalam, dan juga sudah memahami perilaku pergerakan harga di pasar, di mana hal ini tentunya adalah merupakan sebuah hal yang dibutuhkan oleh seorang trader demi menjaga konsistensi dan profitabilitas trading.

Tidak ada kriteria khusus dalam membuat sebuah trading plan, namun setidaknya harus terdiri dari kriteria-kriteria berikut:

  • Berapa banyak target yang ingin dicapai dalam satu posisi?
  • Kapan saya akan membuka sebuah posisi?
  • Berapa banyak risiko pada setiap satu posisi?
  • Strategi apa yang saya gunakan dalam mengambil keputusan entry?
  • Bagaimana saya akan mengelola posisi yang terbuka?
  • Strategi apa yang saya gunakan dalam mengambil keputusan close posisi?

Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya, emosi dapat menghancurkan kendali anda, terutama jika anda membiarkan keraguan ketakutan terus membayangi anda. Hal ini biasanya terjadi ketika anda melakukan trading tanpa sebuah trading plan yang baik, yang mana pada akhirnya ini akan membuat anda melakukan trading hanya berdasarkan perasaan, dan tanpa sebuah analisis yang mendalam. Sebaliknya, sebuah trading plan yang baik akan membantu anda untuk tetap fokus, dan trading secara menguntungkan tanpa teralihkan oleh perasaan anda.

Dengan memiliki trading plan yang baik, kapanpun ada pertanda masalah, anda tidak akan terpicu untuk melakukan sebuah transaksi yang didasarkan pada ketakutan ataupun kerakusan, karena seluruh skenario permasalahan tersebut sudah diantisipasi oleh seperangkat pedoman yang disebut dengan trading plan.

  • Gunakan Manajemen Risiko

Saya yakin bahwa anda sering mendengar sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa “trading adalah judi”, meskipun sebenarnya hal tersebut tidak bisa sepenuhnya dibenarkan. Sebenarnya, ada satu hal yang membedakan antara trading dan judi, yaitu sebuah manajemen risiko. Dengan kata lain, jika anda dapat mengelola risiko trading, maka hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai judi. Namun sebaliknya jika anda mempertaruhkan seluruh dana yang anda miliki dalam trading, maka hal tersebut mutlak disebut dengan judi.

Untuk menghindarkan anda dari tipe seorang trader yang emosional atau penjudi, akan lebih baik bagi anda untuk membatasi jumlah kerugian. Sebagai contoh, salah satu manajemen risiko yang banyak dilakukan oleh para trader profesional adalah dengan membatasi kerugian sebesar 1% dari jumlah modal yang anda miliki untuk setiap transaksinya.

Selain hal di atas, seorang trader juga harus bisa menggunakan leverage dengan bijak, menguasai rasa takut yang memicunya untuk tidak menggunakan Stop Loss, ataupun menentukan Take Profit. Perlu ditekankan kembali bahwa melakukan trading secara emosional adalah merupakan hal yang bisa meingkatkan risiko trading anda.

  • Mengubah Pola Pikir

Seringkali secara sadar ataupun tidak sadar diabaikan oleh trader, namun tahukah anda bahwa pola pikir yang tidak realistis adalah merupakan salah satu penyebab utama seorang trader menjadi lebih emosional. Jika anda tidak tenang, dan tidak fokus dalam mengambil setiap keputusan trading, maka anda juga akan dengan mudah terjebak ke dalam beberapa kondisi seperti takut, serakah, dendam, ataupun euforia yang tentunya bisa merugikan anda.

Dalam hal ini, anda perlu memiliki pola pikir yang realistis, dan menjadi seorang trader yang matang secara emosional. Perlu diingat kembali bahwa hanya dengan modal keinginan untuk mendapatkan keuntungan tidaklah cukup untuk membantu anda meraih keuntungan tersebut. Melainkan anda juga perlu berlatih untuk melakukan trading dengan disiplin, dan menghindari keputusan trading berdasarkan perasaan gembira ataupun emosi lainnya.

Secara sederhana, dengan sebuah pola pikir yang logis dan jelas, maka anda bisa mengindarkan diri dari rasa emosi yang seringkali membuat keputusan trading seorang trader menjadi merugikan.

Jika anda ingin mengenal lebih jauh mengenai trading forex atau anda ingin memperdalam serta menambah wawasan trading anda silakan bisa bergabung di Webinar Forex Gratis yang di selengarakan langsung oleh tim analisa caratrading.id